Ketua

Photobucket
Aprilius Dowansiba

Wakil

Photobucket
Dipending

Sekretaris

Photobucket
Dipending

Bendahara

Photobucket
Dipending

Membangun Aplikasi Web dengan AJAX

Hampir semua orang pasti pernah menggunakan gmail, yahoo mail, google sugest atau Google maps, dan pasti semua orang menyadari bahwa aplikasi tersebut merupakan aplikasi berbasis web yang dinamis dan menggunakan konsep pemrograman baru. Jika diamati lebih jauh aplikasi tersebut terlihat seperti aplikasi desktop tanpa menggunakan plug-in apapun maupun fasilitas khusus dari web browser.

Ada apa dibalik itu semua?konsep apakah kira-kira gerangan? Selidik punya selidik ternyata konsep yang dipakai dalam aplikasi web tersebut adalah AJAX. Makanan apakah si AJAX itu? AJAX itu sendiri adalah kepanjangan dari Asynchronous Java and XML. Istilah AJAX digunakan pada website yang berinteraksi dengan server melalui javascript secara asinkron (background), sehingga pengguna tidak perlu me-load keseluruhan isi page. Hal ini menyebabkan pengiritan waktu dan bandwidth, juga menghasilkan website yang makin interaktif.

Biasanya pada aplikasi berbasis web tradisional, untuk merubah isi sebuah page maka page tersebut harus di-load ulang, akan tetapi dengan menggunakan javascript atau cascading style sheets (CSS), programmer web bisa membuat sebuah aplikasi yang dinamis tanpa harus me-load ulang keseluruhn isi page-nya. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menjelaskan secara detail bagaimana tehnik membuat aplikasi berbasis web yang menggunakan konsep AJAX.

Definisi AJAX

AJAX itu sendiri diperkenalkan oleh seorang pakar pembuat program khususnya pemrograman berbasis web. Orang yang sangat berjasa tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Rasmus Lerdorf, dari tangan dingin Rasmus Lerdorf ini pulalah beberapa waktu yang lalu lahirlah PHP.


Untuk mengaplikasikan AJAX dalam website, yang dibutuhkan adalah browser yang menyediakan layanan Javascript, dan komponen XMLHTTP bagi pengguna Internet Explorer (IE), dan XMLHttpRequest untuk Firefox, Safary, Opera dan browser lainnya. Syarat-syarat tersebut hampir pasti sudah terpenuhi, mengingat pengguna internet banyak yang menggunakan IE dan Firefox.

Sebenarnya tidak ada hal baru dalam AJAX, karena yang digunakan adalah teknologi javascript, yang notabene sudah lama digunakan. Oleh karena itu, bagi yang sudah terbiasa dengan javascript, akan mudah sekali mempelajari AJAX. Pembahasan ini tidak menekankan pada salah satu teknologi (Javascript, AJAX, HTML, PHP), akan tetapi keseluruhan dari hal tersebut. Hal ini karena penggunaan AJAX tidak hanya pada sisi client (browser), tapi juga melibatkan respon dari server.

Dengan menggunakan konsep ini, page HTML bisa membuat koneksi secara asinkron ke server dengan cara mengambil XML atau dokumen text. Selanjutnya XML atau dokumen text ini akan digunakan oleh javascript untuk meng-update atau memodifikasi Document Object Model (DOM) pada page HTML.

Untuk selanjutnya teknologi ini juga dikenal web remoting atau remote scripting. Developer Web dapat mengkombinasikan plug in, java applets atau hidden frame untuk mengemulasikan interaksi antara page HTML dengan dokumen XML. Dalam teknologi Javascript telah disediakan sebuah object yaitu XMLHTTPRequest. Object ini sudah banyak disupport oleh banyak browser seperti Internet Explorer, Firefox, Opera, Netscape dan lain sebagainya.

Berikut ini ilustrasi yang menggambarkan interaksi AJAX dengan Server :

Konsep AJAX ini ide awalnya dikemukakan oleh Rasmus Lerdorf. Rasmus Lerdorft mengemukakan konsep AJAX ini dalam sebuah miling list (milist). Berawal dari milist tersebut konsep AJAX kemudian dikenal dan dikembangkan oleh banyak orang. Berikut ini isi milist yang dikirimkan oleh Rasmus Lerdorf.

List: php-general
Subject: [PHP] Rasmus' 30 second AJAX Tutorial - [was Re: [PHP] AJAX & PHP]
From: Rasmus Lerdorf <rasmus () lerdorf ! com>
Date: 2005-07-21 22:50:56
Message-ID: 42E026D0.3090601 () lerdorf ! com

I find a lot of this AJAX stuff a bit of a hype. Lots of people have
been using similar things long before it became "AJAX". And it really
isn't as complicated as a lot of people make it out to be. Here is a
simple example from one of my apps. First the Javascript:

function createRequestObject() {
var ro;
var browser = navigator.appName;
if(browser == "Microsoft Internet Explorer"){
ro = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
}else{
ro = new XMLHttpRequest();
}
return ro;
}

var http = createRequestObject();

function sndReq(action) {
http.open('get', 'rpc.php?action='+action);
http.onreadystatechange = handleResponse;
http.send(null);
}

function handleResponse() {
if(http.readyState == 4){
var response = http.responseText;
var update = new Array();
if(response.indexOf('|' != -1)) {
update = response.split('|');
document.getElementById(update[0]).innerHTML = update[1];
}
}
}

This creates a request object along with a send request and handle
response function. So to actually use it, you could include this js in
your page. Then to make one of these backend requests you would tie it
to something. Like an onclick event or a straight href like this:

<a href="javascript:sndReq('foo')">[foo]</a>

That means that when someone clicks on that link what actually happens
is that a backend request to rpc.php?action=foo will be sent.

In rpc.php you might have something like this:

switch($_REQUEST['action']) {
case 'foo':
/ do something /
echo "foo|foo done";
break;
...
}

Now, look at handleResponse. It parses the "foo|foo done" string and
splits it on the '|' and uses whatever is before the '|' as the dom
element id in your page and the part after as the new innerHTML of that
element. That means if you have a div tag like this in your page:

<div id="foo">
</div>
Once you click on that link, that will dynamically be changed to:

<div id="foo">
foo done
</div>

That's all there is to it. Everything else is just building on top of
this. Replacing my simple response "id|text" syntax with a richer XML
format and makine the request much more complicated as well. Before you
blindly install large "AJAX" libraries, have a go at rolling your own
functionality so you know exactly how it works and you only make it as
complicated as you need. Often you don't need much more than what I
have shown here.

Expanding this approach a bit to send multiple parameters in the
request, for example, would be really simple. Something like:

function sndReqArg(action,arg) {
http.open('get', 'rpc.php?action='+action+'&arg='+arg);
http.onreadystatechange = handleResponse;
http.send(null);
}

And your handleResponse can easily be expanded to do much more
interesting things than just replacing the contents of a div.

-Rasmus

Atas dasar konsep yang dikemukakan oleh Rasmus Lerdorf tersebut, penulis mencoba untuk mengembangkan lebih lanjut bagaimana memanfaatkan konsep AJAX untuk membangun aplikasi web yang fleksibel dan interaktif.

Membuat Script AJAX
Langkah pertama yang akan kita lakukan adalah menyiapkan script AJAX. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini penulis paparkan bagaimana cara membuat script AJAX.

/*
===========================================================
AJAX Routine Class
Author :Eko Heri
Version :1.0
===========================================================
*/

001: function Ajax()
002: {
003: var http_request = false;
004: //var _datareturn='';//data return
005: var _postvalue='';//get data from form value
006: var _method='';//get or post
007: var _url='';//url address
008: var _responsetype='';//text or xml
009: var _formobject;//form id
010: var _documentid='';//get document id
011:
012: function setMethod(setValue){
013: _method=setValue;
014: return false;
015: }
016: this.setMethod=setMethod;
017:
018: function setUrl(setValue){
019: _url=setValue;
020: }
021: this.setUrl=setUrl;
022:
023: function setResponseType(setValue){
024: _responsetype=setValue;
025: }
026: this.setResponseType=setResponseType;
027:
028: function setDocumentId(setValue){
029: _documentid=setValue;
030: }
031: this.setDocumentId=setDocumentId;
032:
033: function setFormObject(setValue){
034: _formobject=setValue;
035: }
036: this.setFormObject=setFormObject;
037:
038: function createRequest()
039: {
040:
041: http_request = false ;
042: if (window.XMLHttpRequest)
043: { // Mozilla, Safari ,...
044: http_request = new XMLHttpRequest();
045: if (http_request.overrideMimeType)
046: {
047: http_request.overrideMimeType('text/xml');
048: // See note below about this line
049: }
050: }
051: else
052: if (window.ActiveXObject)
053: { // IE
054: var aVersions = [ "MSXML2.XMLHttp.6.0",
055: "MSXML2.XMLHttp.5.0",
056: "MSXML2.XMLHttp.4.0",
057: "MSXML2.XMLHttp.3.0",
058: "Microsoft.XMLHTTP" ];
059: for (var i = 0; i < aVersions.length; i++)
060: {
061: try
062: {
063: http_request = new ActiveXObject(aVersions[ i ]);
064: break;
065: }
066: catch (e)
067: {
068: // Do nothing
069: }
070: }//end for
071: }//end if window.ActiveXObject
072: if (!http_request)
073: {
074: alert ('Giving up :( Cannot create an XMLHTTP instance');
075: return false;
076: }
077:
078: var timestamp = new Date();
079: var uniqueURI = _url+ (_url.indexOf("?") > 0 ? "&" : "?")+ "timestamp="+
timestamp.getTime();
080:
081: if(_method=="get")
082: {
083: http_request.open('GET', uniqueURI, true);
084: http_request.onreadystatechange = handleResponse;
085: http_request.send(null);
086: }
087: else
088: {
089: if(!_formobject)return false;
090: for(i = 0; i < _formobject.length; i++)
091: {
092: if (_postvalue.length) _postvalue += '&';
093: switch(_formobject.elements[i].type)
094: {
095: case "text":
096: _postvalue += _formobject.elements[i].name + '=' +
encodeURI(_formobject.elements[i].value);
097: break;
098: case "password":
099: _postvalue += _formobject.elements[i].name + '=' +
encodeURI(_formobject.elements[i].value);
100: break;
101: case "textarea":
102: _postvalue += _formobject.elements[i].name + '=' +
encodeURI(_formobject.elements[i].value);
103: break;
104: case "hidden":
105: _postvalue += _formobject.elements[i].name + '=' +
encodeURI(_formobject.elements[i].value);
106: break;
107: case "select-one":
108: if(_formobject.elements[i].selectedIndex>=0)
109: {
110: _postvalue += _formobject.elements[i].options[_formobject.elements[i].
selectedIndex-1].value;
111: }
112: break;
113: }//end switch
114: }//end for
115: http_request.open('POST', uniqueURI, true);
116: http_request.onreadystatechange = handleResponse;
117: http_request.setRequestHeader('Content-Type',
'application/x-www-form-urlencoded');
118: http_request.send(_postvalue);
119: for(i = 0; i < _formobject.length; i++)
120: {
121: if((_formobject.elements[i].type=="text")||
122: (_formobject.elements[i].type=="textarea")||
123: (_formobject.elements[i].type=="hidden")||
124: (_formobject.elements[i].type=="password"))
125: _formobject.elements[i].value="";
126: }
127:
128: }//end else
129: }//end function
130: this.createRequest=createRequest;
131:
132: function handleResponse()
133: {
134: if (http_request.readyState == 4)
135: {
136: if (http_request.status == 200)
137: {
138: var docid=new Array();
139: var i;
140: docid=_documentid.split('~');
141:
142: if(_responsetype=="text")
143: {
144: var responsetxt=new Array();
145: responsetxt=http_request.responseText.split('|');
146:
147: for(i=0;i<docid.length;i++)
148: {
149: document.getElementById(docid[i]).innerHTML=''+responsetxt[i];
150: }
151: }
152: else if(_responsetype=="xml")
153: alert(http_request.responseXML);
154:
155: } else alert('There was a problem with the request.');
156: }//else alert('There was a problem with the request '+http_request.readyState);
157: return false;
158: }//end function
159: }//end class
160:
161: function doRequest(requestmethod, urladdress, responsetype, documentid, formobject){
162: try
163: {
164: var obj=new Ajax();
165: obj.setMethod(requestmethod);
166: obj.setUrl(urladdress);
167: obj.setResponseType(responsetype);
168: obj.setDocumentId(documentid);
169: if(formobject)
170: {
171: obj.setFormObject(formobject);
172: }
173: obj.createRequest();
174: }catch(ex)
175: {
176: alert(ex.message);
177: }
178: }

Jika dilihat pada contoh script diatas, terdapat dua function utama yang menjadi inti dari AJAX yaitu function createRequest dan function handleRequest. Penjelasan kedua fungsi ini bisa anda lihat dibawah ini.

Function createRequest ini bertugas untuk menginisialisasi object XMLHttpRequest, dimana object tersebut nantinya digunakan sebagai media komunikasi dengan server. Dalam function createRequest tersebut disertakan pengecekan object XMLHttpRequest yang disupport oleh browser client yang antara lain XMLHttpRequest untuk jenis browser FireFox, Safary, Opera dan ActiveXObject untuk Microsoft Internet Explorer (lihat baris 042 sampai dengan 072).

Pada umumnya dalam membangun aplikasi web, terdapat dua metode yang paling umum digunakan yaitu metode get dan post. Kedua metode ini akan dijalankan pada saat fungsi open pada object XMLHttpRequest kita panggil. Metode get pada umumnya digunakan untuk mengambil data dari server yang selanjutnya data tersebut ditampilkan di browser. Penanganan metode get ini bisa anda lihat pada baris ke 081 sampai dengan 085 pada contoh script diatas. Metode post pada umumnya digunakan untuk mengirimkan data dari client ke server. Penanganan metode post ini bisa anda lihat pada baris ke 089 sampai dengan 111 pada contoh script diatas.

Jika createRequest berfungsi sebagai media komunikasi client-server, maka fungsi handleRequest bertugas untuk menangani respon dari server. Jika anda amati pada baris ke 134 terdapat deklaras

if (http_request.readyState == 4)dimana property readystate = 4 ini menunjukkan status respon dari server telah selesai (complete). Readystate itu sendiri terbagi menjadi 4 buah yaitu :

0 - The request is not initialized
1 - The request has been set up
2 - The request has been sent
3 - The request is in process
4 - The request is complete

Setelah respon dari server selesai dilakukan tentunya langkah selanjutnya adalah menampilkan hasil respon tersebut ke browser kita. Untuk menampilkan hasil respon tersebut bisa anda lihat pada baris ke 149 pada contoh script diatas. Untuk mencobanya simpan terlebih dahulu script anda dengan nama ajax.js.

Sampai disini script AJAX telah selesai kita bahas. Untuk selanjutnya kita akan menyiapkan HTML serta script PHP. Dalam contoh kali ini penulis akan membuat autocomplete combobox untuk menampilkan merk serta tipe-tipe handphone.

Script HTML

Contoh dibawah ini adalah script HTML yang merupakan interface dari web kita.

01: <html>
02: <head>
03: <script type='text/javascript' src='ajax.js'></script>
04: <title>AJAX Kita</title>
05: </head>
06: <body>
07: Pilih Merk dan type Handphone anda
08: <form>
09: <select name="merkhp" onchange="javascript:
doRequest('get','rpc.php?kode='+this.value,'text','typehp')";>
10: <option value=''>- Pilih Merk HP -</option>
11: <option value='1'>Nokia</option>
12: <option value='2'>Siemens</option>
13: <option value='3'>Sony-Ericsson</option>
14: </select>
15: <br><br>
16: <div id="typehp">
17: </div>
18: </form>
19: </body>
20: <html>

Pada baris ke 03 contoh diatas terdapat deklarasi include javascript ajax.js. Pemisahan javascript dan tag HTML sengaja dilakukan untuk mempermudah maintenance aplikasi kita.

Pada baris 09 terdapat pemanggilan event onchange pada combobox merk hp. Dimana dalam event tersebut terdapat pemanggilan fungsi doRequest yang telah dibuat pada class AJAX diatas. Pada fungsi doRequest tersebut terdapat deklarasi parameter ‘rpc.php ? kode =’ + this.value. parameter ini berfungsi sebagai link request browser ke web service.

Pada baris 16 terdapat element HTML <div id="typehp">

Element div ini berfungsi sebagai tempat untuk menampilkan hasil response yang berupa combobox type handphone. Sebenarya hampir semua element bisa digunakan untuk menampilkan hasil respon tidak hanya element div saja dengan catatan attribute id-nya diisi. Contoh : <p id="typehp"></p>

Sampai disini kita sudah berhasil mendesain HTML-nya. Langkah terakhir kita tinggal membuat script PHP-nya.

Script PHP
01: <?php
02: $kode = $_GET['kode'];
03: switch ($kode) {
04: case "1":
05: echo "<select>
06: <option>6280</option>
07: <option>9300</option>
08: <option>N90</option>
09: </select>";
10: break;
11: case "2":
12: echo "<select>
13: <option>CFX65</option>
14: <option>CX65</option>
15: <option>EF81</option>
16: </select>";
17: break;
18: case "3":
19: echo "<select>
20: <option>K700i</option>
21: <option>P910i</option>
22: <option>Z800i</option>
23: </select>";
24: break;
25: default:
26: echo "";
27: break;
28: }
29: ?>

Script PHP diatas masih sangat sederhana, anda masih bisa dikembangkan misalnya dikoneksikan dengan database MySql dan lain sebagainya.

Sampai disini keseluruhan project kita telah selesai kita kerjakan. Untuk mencobanya anda bisa mengaktifkan Apache anda, kemudian jalankan web tersebut pada browser anda. Jika tidak ada kesalahan pada script anda, maka pada browser anda akan muncul page autocomplete combobox tanpa load ulang isi page seperti gambar dibawah ini



0 komentar:

Posting Komentar

jika tulisan diatas bermanfaat bagi anda jangan lupa silahkan berkomentar dibawah ini, setelah ketik kometar bagi yang belum mempunyai web pilih Anonymous...

Terimakasih...atas komentarnya dan Tuhan Memberkati kita semua

Ipmma